Langsung ke konten utama

Bentuk Syukur

Haaiii.. aku ikaa, tak akan cukup hanya beberapa halaman untuk meneceritakan tentang apa yang pernah aku lalui, tapi sepenggal  cerita ini dibuat sama seperti tujuan sebelumnya yaitu untuk ku kenang suatu saat nanti saat aku butuh motivasi, mungkin saat aku butuh hal yang buat aku benar-benar bersyukur atas diriku..

Maaf, aku tak bisa menceritakan bagaimana aku 20 tahun kedepan karena 1 menit yang akan datang pun aku tidak tahu apa yang akan terjadi..  Banyak hal yang aku belum paham tentang hidup, tentang timbal balik, tentang rasa hormat, tentang sikap santun, tentang menyayangi, apalagi tentang manusia.

Tapi aku belajar dari setiap sisi yang bisa aku lihat dari sudut pandang terbaikku, bagaimana aku harus tetap bersyukur atas keluarga, dan handai tolan yang aku punya..

Katanya "hidup tak sesederhana itu" tapi bagiku segala bentuk kehidupan dapat dilihat dengan sederhana, untuk diriku sendiri tak pernah memandang suatu kemewahan sebagai tolak ukur kebahagiaan ku, karena  makan dengan tempe sambel bersama keluarga lebih indah rasanya daripada duduk sendiri di restoran ternama.. 

Katanya "Kita harus bersyukur karena ada yang tak seberuntung kita" menurut aku  juga tak harus membandingkan diri dengan orang lain untuk tetap bersyukur, kita  punya cara masing-masing untuk bersyukur, dengan tidak khawatir akan hari esok juga adalah bentuk rasa syukur menurut ku..

Bahwa Allah sudah mencukupi seluruh hambaNya dengan masing-masing porsinya, tak perlu iri dengan apa yang orang lain punya karena duduk menggunakan mantel di boncengan sepeda motor ibu saat menghantarkan kita sekolah kala hujan juga suatu kenangan manis yang tak semua orang miliki, dan itu juga rezeki.. Berbagi jagung rebus dengan adik dan duduk nonton kartun di depan TV juga adalah bentuk rezeki yang Allah beri.. 

Tak perlu membandingkan bagaimana aku, kamu, dan yang mereka punya.. Toh, naik sepeda  atau   mobil mewah juga berujung pada keranda yang berukuran sama nantinya.. Toh memakai baju bekas kakak atau baju  harga puluhan juta akan berujung pada balutan kain yang akan menyamakan kita di hadapanNya..

Ika jadi ingat waktu bapak bilang, " hidup tak perlu berambisi, karena akan membawa kita jadi pongah juga angkuh" dari situ ika belajar, ambisi membawa kita menjadi seorang yang selalu merasa kurang dan tidak bersykur..

Tetaplah bersyukur atas apa yg kita miliki, karena Allah adalah Maha Kaya. Rezeki ku, kamu, dan mereka tak akan pernah salah Allah cukupkan..


Salam, ikaa

Komentar